Mengapa Bengkulu Utara Masih Terasa Gelap?

Foto/Ilustrasi.

BENGKULU UTARA, Redaksi88.com – Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki perusahaan-perusahaan besar dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Namun mengapa masyarakat masih merasakan gelap? 

Ketua Forum Kades Bengkulu Utara, Gulam Wahyudi mengatakan, ia  sudah lama berharap melalui dana CSR jalan penghubung kabupaten menuju ke desa-desa yang masih gelap agar diberikan penerangan jalan umum (PJU).

“Dana CSR perusahaan yang ada merupakan salah satu solusi pemerintah daerah menyikapi persoalan terkait masih minimnya PJU yang dirasakan masyarakat,” ujar Gulam, (18/01).

Jika diperhatikan, masih banyak jalan-jalan penghubung kabupaten ke desa masih sangat minim PJU. Bila ini menjadi perhatian pemerintah daerah tentunya salah satu faktor pendukung meminimalisir tindak kriminal.

“Ini PR pemerintah daerah ke depannya, PJU ini bisa dijadikan skala prioritas oleh Bupati Mian. Tidak hanya jalan penghubung kabupaten ke desa-desa yang masih gelap, akan tetapi jalan-jalan di wilayah Kecamatan Kota Argamakmur yang juga belum tersentuh,” jelas dia.

Ide Ketua Forum ini, disambut baik Kepala Bappedalitbang Bengkulu Utara, Suharto Handayani selaku Ketua Koordinator CSR Bengkulu Utara. 

Suharto mengatakan, persoalan keinginan masyarakat soal PJU kembali ke pihak perusahaan. Pada prinsipnya CSR perusahaan tidak hanya untuk pembangunan fisik semata.

“Kalau memang PJU usulan dari masyarakat nanti kita masukkan ke dalam daftar,” imbuh Suharto.

Selain itu, kata Suharto, pada saat musrenbang pihak desa bisa saja mengusulkan PJU melalui dana dana CSR ini untuk pembangunan sarana penerangan jalan kecamatan ke desa mereka. 

“Tentunya bisa dilakukan hal itu, nanti bisa kita masukkan ke dalam daftar yang dibiayai oleh pihak perusahaan. Tinggal lagi minat pihak perusahaan itu CSR-nya mau kemana,” terang dia.

Lanjut Suharto, dengan adanya usulan dan harapan masyarakat ini pihaknya sangat mendukung. Apalagi kondisi Covid 19 saat ini dana APBD sama diketahui sangat terbatas.

“Kalau nanti pihak perusahaan melalui CSR-nya untuk penerangan, itu lebih bagus,” kata dia.

Atas ide itu, salah seorang masyarakat Kota Argamakmur Rian (30) sangat mendukung. Apabila dana CSR dapat diarahkan untuk PJU kabupaten ke jalan desa-desa. 

“Tidak hanya jalan kabupaten ke desa-desa, kita contohkan penerangan jalan umum ke taman hutan kota Argamakmur saat ini pun masih minim. Banyak muda mudi yang memanfaatkan situasi kalau kondisi gelap gulita,” ujar dia.

Semoga ini menjadi perhatian pemerintah daerah kedepannya, agar persoalan PJU ini menjadi skala prioritas bagi masyarakat.

“Kita berharap PJU ini menjadi perhatian Bupati Mian kedepannya dan tidak diabaikan,” tandas dia. [arh]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *