Karyawan PT JOP Tinggal di Pengungsian

  • Share
Karyawan yang tengah mengungsi.

BENGKULU UTARA – Disinyalir dampak dari aktivitas penggalian batu bara yang sangat dekat dengan komplek perumahan karyawan, akibatnya terjadi longsor. Dari 26 rumah karyawan PT Julang Ocha Permana (JOP) yang terdampak, sebanyak 24 rumah rusak parah.

Saat ini nasib 26 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak longsor kini tinggal di pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara ini.

Menurut Pimpro karyawan BHL PT JOP, Hendra mengatakan, pembongkaran rumah dinas pertama pada (26/12/2020). Sebanyak 18 rumah dinas dibongkar yang dikerjakan alat berat PT Cakrawala Dinamika Energy.

“Puncaknya di malam tahun baru, Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 23.30 WIB terjadi longsor di komplek perumahan karyawan. Sehingga rumah karyawan rusak parah dan ada yang ambruk,” ungkap Hendra. (2/1/2021).

Rumah karyawan yang ambruk dan longsor.

Menanggapi peristiwa ini, BPD Air Sebayur, Ponco mengatakan, pihak perusahaan seharusnya memikirkan sisi kemanusiaan karyawan. Bukan hanya menuntut produksi melulu dari karyawan.  

“Semestinya pihak perusahaan sudah melakukan relokasi sebelum terjadi longsor, bukan menelantarkan karyawannya,” ujar dia.

Sementara itu, manajemen HRD PT JOP, Yarman menyatakan, jangka pendek ini pihaknya akan merelokasi karyawan ke rumah dinas yang kosong. Dan akan memberi kompensasi 500 ribu rupiah untuk membuat dapur.

“Jangka panjangnya nanti PT JOP akan menunjuk vendor untuk membangun rumah yang baru,” pungkas dia. [fd1]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *