Soal Halangi Wartawan Saat Liputan Sekwan Minta Maaf

  • Share
Soal Halangi Wartawan Saat Liputan Sekwan Minta Maaf
Soal Halangi Wartawan Saat Liputan Sekwan Minta Maaf.

REDAKSI88.com – Sekretaris DPRD Bengkulu Utara sampaikan permohonan maaf terkait Staf dewan yang menghalangi Wartawan saat mengambil liputan rapat internal pembahasan Raperda, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022.

Hal ini disampaikan Sekwan, Dra Evi Fitriani MM kepada Ketua SMSI Kabupaten Bengkulu Utara, Ismail Yugo beserta anggota di Ruang Kerjanya, (30/11/2021).

“Saya tidak tahu kejadiannya seperti itu, tanpa kedatangan rekan-rekan SMSI. Saya atas nama lembaga legislatif mengucapkan permohonan maaf atas kejadian awak media yang dihalangi Staf DPRD saat melakukan peliputan rapat internal dewan,” kata Sekwan. 

Evi menjelaskan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi kedepannya. Jurnalis merupakan partner organisasi perangkat daerah (OPD) yang mana saling bersinergi dalam membangun Bengkulu Utara.

“Saya terima kasih kepada rekan-rekan SMSI yang telah menyampaikan perihal ini dan ini menjadi bahan evaluasi untuk kami. Seyogyanya memang benar, menegur harus dengan bijak,” ucap Sekwan. 

Baca Juga: Ismail: Staf DPRD BU Usir Wartawan ‘Kebiri’ Profesi Jurnalis

Sementara itu, Ismail Yugo mengatakan awak media yang dihalangi pada saat mengambil liputan rapat internal dewan merupakan salah satu anggota SMSI Bengkulu Utara. 

Kejadian seperti itu jangan sampai terulang kembali, memberikan teguran yang baik adalah sebuah sikap yang lebih bijak. Karena tupoksi ASN dan lembaga legislatif merupakan pelayan publik. 

“Kedatangan kita meminta klarifikasi, apa penyebab yang sebenarnya. Seharusnya selaku ASN lebih bisa ber attitude dalam menyampaikan perintah pimpinannya dan jangan arogan,” kata Ismail Yugo. 

Kalau memang rapat yang dilakukan anggota dewan sifatnya tertutup, dan tidak ingin di liput Wartawan. Sampaikan kepada awak media dengan cara yang baik, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Jangan menghalangi profesi jurnalis yang dilakukan awak media, karena yang dilakukan awak media  merupakan amanat Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang sudah sangat jelas tupoksinya,” pungkas Ismail Yugo. (Yg4) 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *