Seperti Inilah Jalan Permukiman Salah Satu Desa di Bengkulu Utara

Jalan poros Desa Batu Layang.

BENGKULU UTARA, redaksi88.com — Bertahun-tahun berharap ingin menikmati mulusnya jalan, agar aktivitas lancar untuk mengeluarkan hasil tani serta berangkat ke sekolah bagi anak-anak warga Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Namun, harapan itu hanya sebatas impian. Meskipun sudah tidak terhitung lagi usulan, agar jalan di wilayah tersebut dapat dibangun dan diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat.

Diceritakan warga Batu Layang, AS, persoalan jalan di desanya ini sering dibahas di Musrenbangdes maupun Musrembangcam. Agar jalan poros di desa mereka dibangun, sebab mayoritas warga setempat merupakan petani.

“Sudah tidak ada hitungannya lagi soal usulan yang sudah dilayangkan ke pemerintah daerah, maupun reses yang sudah dilakukan anggota dewan dapil di wilayah ini. Kasihan melihat anak-anak kalau berangkat ke sekolah dan warga lainnya saat mengeluarkan hasil tani,” ungkap dia, Minggu (20/09/2020).

AS menambahkan, masyarakat sudah muak dan makan janji semata selama ini. Sementara jalan poros desa ini tidaklah seberapa lagi volumenya. 

“Kalaupun pemerintah daerah ingin membangun, jalan ini hanya 1 kilo setengah pasti bisa. Namun kami masyarakat tidak tahu apa alasannya tidak kunjung dibangun dan diperbaiki,” sesal dia.

Selaku masyarakat, AS sangat menyayangkan. Bukannya jalan untuk masyarakat desa yang dibangun. Malah yang dibangun jalan untuk ke kebun para pejabat pada tahun 2016 lalu.

“Inilah ketimpangan yang sangat kami rasakan saat ini, kami masyarakat kecil butuh diperhatikan, bukan hanya janji-janji semata yang diberikan kepada kami,” ucap dia.

Akan tetapi diakui AS, memang ada pembangunan jalan yang sudah dilakukan pemerintah daerah. Hanya sebatas 1 kilo setengah saja menuju ke desa mereka.

“Jalan poros desa ini yang sangat kami butuhkan, kalau jalan untuk gang, selama ini sudah dibangun melalui dana desa. Kalau tidak ada dana desa, mungkin desa kami termasuk desa yang terisolir,” tandas dia. [zal] 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *