Kunci Bahagia ala Helmi-Muslihan Dinanti Warga Mekar Jaya

Warga Mekar Jaya bersama Cawagub 01, Muslihan DS.

MUKOMUKO, redaksi88.com — Di momentum Hari Sumpah Pemuda, Cawagub Bengkulu nomor urut 1, Muslihan DS kembali melakukan safari ke desa di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Safari yang dilakukannya menyampaikan visi-misi dan 20 kunci kebahagiaan untuk masyarakat Provinsi Bengkulu. Kali ini safari berlangsung di kediaman Darmawan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Rabu (28/10/2020). 

Ditengah masyarakat Kecamatan Air Rami, Muslihan menjelaskan kenapa dirinya bersama Helmi Hasan mencalonkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu.

Dalam pemaparannya, Muslihan mengatakan pencalonannya hanya ingin membahagiakan masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Dengan 20 kunci kebahagiaan ini Insha Allah seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu dapat merasakannya. Baik dibidang infrastruktur, ekonomi, pendidikan, sosial masyarakat, kesehatan, dan di sektor komoditi masyarakat lainnya,” ungkap Muslihan. 

Sambung Muslihan, sosok calon Gubernur Helmi Hasan adalah pemimpin yang fenomenal dan merakyat. Dirinya selalu hadir ditengah-tengah masyarakat seperti yang ia (Helmi-red) lakukan selama menjadi Walikota Bengkulu selama dua periode. 

“Apapun masalah ditengah-tengah masyarakat Pak Helmi selalu selesaikan dengan program-program yang telah dibuat. Dan program tersebut sukses membahagiakan masyarakat Kota Bengkulu tanpa menilai suku, ras dan agam,” jelas dia. 

Salah satu perwakilan masyarakat, Untung Widodo menangkap satu program ala Helmi-Muslihan yakni 1000 jalan mulus. 

Dia mengungkapkan keprihatinannya, sejak tahun 1982 masih bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara, belum sama sekali menikmati pembangunan infrastruktur seperti jalan. 

“Kami sebagai masyarakat Desa Mekar Jaya extransmigrasi mulanya mulai tahun 1982, dulu masih tergabung di Kabupaten Bengkulu Utara belum merasakan pembangunan infrastruktur jalan,” ungkap dia.

Lanjut Widodo, sampai hari ini belum merasakan yang namanya jalan bagus, seperti yang sampaikan Pak Muslihan. 

“Artinya dari tahun 1982 ke 2020 sudah 38 tahun jalan kami masih koral dan kami merasa belum merdeka,” imbuh dia.

Selain itu, ditambahkan Widodo. Dia mengatakan tidak hanya infrastruktur jalan, dibidang kesehatan juga terganggu akibat pembangunan infrastruktur yang tidak merata. Disaat salah satu warga yang sakit ingin dibawa ke Rumah Sakit menjadi terhambat.

“Kami kalau ingin membawa orang sakit susah keluar dari dalam pedesaan, maka dari itu kami sangat mengharapkan kalau terpilih nanti perhatikan kami,” pungkas dia. [dm1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *