Hilangnya Filosofi Tugu Amanah Kota Argamakmur

Tugu Amanah Sekarang.

By: Rizal Piliank

Tugu Amanah merupakan representasi dari nilai sejarah berdirinya Kota Argamakmur sebagai Ibukota Kabupaten Bengkulu Utara. Meskipun didirikan pada 1976 di Kota Argamakmur, kini tugu bercirikan nilai juang masih  tegak berdiri.

Sekira dua tahun yang lalu, Tugu Amanah di Jalan Jendral Sudirman Kota Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu masih seperti apa adanya, seperti saat didirikan dulu. Setiap  orang yang melintas entah itu wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah, saat melihat Tugu Amanah pasti akan berucap, “Nah….Itu Tugu Sexy”, sedikit unik namun entah siapa yang merubah sebutan nama itu.

Tapi kini, itu semua hanya kenangan. Tugu Amanah kini sudah direnovasi. Kini patung berbentuk manusia kekar sedang mengangkat mahkota, tetap kokoh. Namun ironisnya yang menjadi pokok filosofi dari Tugu Amanah, kain penutup yang seadanya di tubuh patung sudah diubah dari ciri khasnya.

Pertanyaannya adalah, seberapa penting, peduli pada bangunan Tugu Amanah itu di zaman kini? Apa masalahnya kain penutup seadanya itu diubah dan makna filosofinya?

Tugu Amanah sebelum direnovasi.

Tentu, penghargaan terhadap nilai perjuangan pahlawan terdahulu dan kebudayaan lokal itu sangat penting. Mengenyampingkan nilai sejarah itu menunjukan seseorang yang mungkin bupati tidak punya kepedulian terhadap history sejarah. Bahasa Melayu Bengkulunya, “Idak tau kek sejarah atau idak ndak tahu kek sejarah”.

Mengertikah kita bahwa bangunan Tugu Amanah yang tetap didirikan, diadakan dapat dijadikan momentum salah satu pengenalan sejarah kepada anak-anak cucu kita. Lantas, bila nilai bangunan itu diubah, itu menunjukan seseorang tidak peduli akan nilai sejarah. Apalagi mengerti akan makna dari filosofinya.

Patung dengan kain penutup seadanya, merupakan salah satu dari nilai keseluruhan bangunan. Perlu diingat, bentuk utuh patung salah satu identitas dan nilai sejarah perjuangan pahlawan terdahulu. Dengan kain penutup patung seadanya tanpa baju itu sejatinya adalah semangat perjuangan dan kerja keras para pejuang kala itu.

Masalahnya sekarang adalah, apakah dengan hilangnya ciri khas bangunan patung yang representasi Tugu Amanah menunjukan kepala daerah tidak peduli akan nilai sejarah daerah? Nah, kalau itu soal lain.

*Wartawan tinggal di Bengkulu.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *